Pendatang Luar Negeri Masuk Indonesia harus Vaksinasi Lengkap

Juru bicara vaksinasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, kemunculan varian baru Covid-19 bisa terjadi melalui dua cara, yakni oleh traveller dan mutasi.

Untuk itu, pemerintah meningkatkan pemeriksaan kesehatan bagi pendatang dari luar negeri untuk mengantisipasi masuknya varian baru Covid-19 yang ditemukan di beberapa negara. Akibatnya, vaksinasi akan lebih diintensifkan dan protokol kesehatan diperkuat.

“Jadi ada dua langkah yang dilakukan pemerintah untuk mencegah varian baru ini,” kata Nadia dalam dialog KPCPEN yang disiarkan secara virtual, Kamis (4 November 2021).

Berbagai upaya telah dilakukan, seperti wajib vaksinasi penuh setidaknya 14 hari sebelum keberangkatan, PCR dengan hasil negatif paling banyak 3×24 jam sebelum keberangkatan, dan karantina 3 hari, di mana tes masuk dan keluar dilakukan pada hari pertama dan ketiga. .

Nadia mengatakan Indonesia juga membatasi negara yang warganya bisa masuk ke Indonesia, artinya hanya negara Tier 1 dan Tier 2 yang positif rate-nya kurang dari 5%.

Sementara itu, upaya pengawasan di dalam negeri akan terus dilakukan, disertai dengan percepatan vaksinasi untuk menekan virus agar tidak berkembang lebih jauh.

Saat ini, hampir 200 juta dosis vaksin telah disuntikkan di Indonesia, mencakup sekitar 57 persen dari target vaksin, menurut Nadia. Setidaknya ada proteksi, namun karena belum mencapai 70 persen, dirasa belum cukup untuk memperlambat saat ada varian baru. Menyoroti rendahnya cakupan vaksinasi kelompok rentan, Nadia mengatakan kesadaran masyarakat dan literasi vaksinasi di Indonesia masih perlu ditingkatkan.

Sekarang Covid-19 telah menjadi penyakit endemik, mengikuti protokol kesehatan dan mendapatkan vaksinasi sangat penting untuk hidup dengan virus. Kebijakan gas dan rem, yakni regulasi pembukaan dan regulasi, diterapkan di banyak negara dengan kearifan lokal masing-masing negara, tidak hanya Indonesia. Jadi usaha itu harus
dilakukan bersama-sama,” kata Nadia.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Departemen Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Masdalina Pane mengatakan, proses mutasi pada virus membutuhkan waktu yang lama, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana melakukannya. varian baru. tidak tersebar luas di antara negara-negara.

Mutasi, kata dia, merupakan proses adaptasi virus saat memasuki tubuh inang dan akan terus terjadi hingga menjadi stabil, melemah, atau bermutasi kembali.

Jadi yang harus diperhatikan adalah pengenalan varian pertama,” kata Masdalina.

Terkait kesadaran masyarakat untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru di tengah Covid-19, Sportcaster di Inggris, Aldi Bawazier, mengatakan meski pemerintah setempat hanya mendorong, bukan memaksakan, namun warga Inggris secara sadar mengambil langkah-langkah perlindungan kesehatan, seperti vaksinasi dan penggunaan masker di lingkungan. rumah. Sarana transportasi atau di tempat umum.

Untuk mengakses acara atau venue, publik harus menyaring menggunakan aplikasi yang mirip dengan PeduliLinden. Mereka juga harus menunjukkan sertifikat vaksinasi sebagai bukti vaksinasi lengkap, misalnya sebagai persyaratan pembelian tiket pertandingan olahraga.